Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Efek Rumah Kaca : Ketika Musik Menjadi Alat Perlawanan dan Ketidakadilan

  Teruntuk anak 2000-an jika ditanya mengenai band favorit rata-rata akan mejawab  Dewa 19, Sheila On 7, Slank  dan  Peterpan , band yang legendaris yang tak lekang oleh zaman. Tetapi ada satu band yang hingar-bingarnya tidak terlalu didengar oleh sebagian orang, Efek Rumah Kaca nama yang cukup terkenal bagi pemerhati lingkungan. Tetapi bagi sebagian orang Efek Rumah Kaca menjadi salah satu band yang memiliki daya magis dalam setiap lagunya, lagu-lagu dari band ini bermuatan isu-isu sosial, lingkungan hingga politik. Sekaligus mewakili suara-suara rakyat yang dibungkam dalam menyuarakan ketimpangan dan ketidakadilan di negeri ini.      Formasi awal band ini terdiri dari Cholil Mahmud (vokalis dan gitaris), Adrian Yunan (bass dan vocal latar) dan Akbar Bagus (Drummer). Setelah Adrian memutuskan untuk meninggalkan Efek Rumah Kaca (ERK) dengan isu kesehatan pada tahun 2011, posisinya digantikan oleh Poppie Airil sampai akhirnya ERK menjadi empat orang dis...

Eksistensi Pendidikan Di Bawah Kekuasaan Rezim

Setiap orang tua mempunyai harapan agar anaknya bisa mengenyam pendidikan yang tinggi, mereka percaya dengan pendidikan dapat merubah nasib menuju lebih baik dan layak. Namun, hal tersebut masih menjadi impian jutaan orang tua di negeri ini. Peran pemangku kebijakan lah yang dapat merealisasikan mimpi tersebut. Sewaktu negara lain menyiapkan anak-anaknya untuk mendapatkan pendidikan layak agar bisa berpikir kritis, logis, dan percaya diri, anggaran di negara kita dihabiskan untuk investasi pada robot-robot yang tak berguna. Padahal, jika anggaran tersebut digelontorkan untuk dana pendidikan, mimpi jutaan orang tua di sana dapat terwujud. Tapi sudahlah, jika bukan prioritas, apa boleh buat. Rakyat merana, penguasa tertawa di atas singgasana.       Jutaan anak masih menunggu peran pemerintah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, penyebaran program ini masih belum merata padahal dicanangkan untuk seluruh anak di Indonesia. Sekalipun sudah dijalankan, tetap masih...