Jika mendengar kata bandung, benaku sering tertuju pada
sebuah kota yang didalamnya terdapat jutaan kisah maupu kasih. Ada banyak hal
yang ku alami dikota ini mulai dari pahit hingga manis, sedikit berlebihan sih,
hingga tulisan ini dibuat, 2 tahun sudah setelah lulus sekolah menengah atas,
aku memutuskan untuk mengenyam pendidikan disalah satu Universitas Swasta di
kota ini.
Bukan tanpa sebab kota ini amat sangat berkesan bagi saya pribadi, mulai dari keluarga, kawan, lawan, kasih, kisah, akang,bapak, kakak, teteh, abah. Ahh amat sangat sukar bila di sebutkan satu persatu. Yang jelas ada banyak orang hebat yang membantu ku untuk bisa menjadi manusia yang utuh, terima kasih atas semua rangkulan dan pengakuan, semoga semuanya abadi.
Sukabumi-Bandung dan roda dua, bagiku bukan hal yang
aneh, setiap saat pergi ke bandung dengan roda dua, pikiran ini seakan berkata “bandung
aku datang” hal semacam itu yang membuat diri ini semangat untuk lekas tiba di
kota dengan julukan paris van java. Hal seru lainya ketika mengendarai
si roda dua, saat tiba di kota bandung disambut oleh megahnya jembatan layang
pasupati ditemani terik matahari yang tak lepas menerangi siang hari. Rasa
lelah diperjalanan seakan enyah dari pikiran. Selepas turun dari jembatan pasupati,
pohon rindang di dekat ITB seakan melambaikan tangan seakan mengucapkan selamat
datang.
Jika bisa memilih tempat mana yang paling berkesan selama
2 tahun di bandung, saya akan memilih Tamansari, mengapa dengan Tamansari ? disini berdiri
dengan elok dan megah kampus
Universitas Pasundan, bagi saya sendiri tempat ini terlalu berkesan, segala aktivitas
mulai dari belajar, bersukaria, bercanda, berkeluh kesah, bercengkrama, makan
siang, hingga berkumpul dengan keluarga. Menjadi rutinitas yang sulit untuk
tidak dilakukan.
Baca Juga: Sanggar dan Kehangatan
Ketika berbicara kampus ada sudut ternyaman bagi saya pribadi, yang pertama sanggar, sanggar bagi sebagian orang hanya tempat melakukan kegiatan pembelajaran, bagi saya pribadi tempat ini lebih dari itu, tempat dimana mengadu segala resah dan kisah. Yang kedua, tangga dekan, tempat sederhana untuk merenung dan bersyukur, paling epic sih sambil nyebat+ipok meti, sering lupa waktu jika duduk di kedua sudut tersebut Hahaha.
Hal rutinitas yang tidak bisa dilupakan ketika di bandung yaitu berolahraga, entah itu jogging, sepakbola, dan futsal, jika berbicara jogging ada tempat yang saya rasa tempat ternyaman selama saya jogging di bandung yaitu saraga, ya, fasilitas bisa dibilang lengkap mulai dari kolam renang hingga tennis lapang tersedia di tempat ini, hal yang menjadi daya tarik orang-orang berolahraga disini yaitu, tempatnya sejuk banyak pohon rindang yang berdiri kokoh dan tempatnya terjangkau tidak jauh dari pusat kota.
Di setiap kota Bandung seakan menjadi magnet tersediri bagi pendatang, setiap sudut kota ini memiliki kesan yang amat mendalam, hingga beberapa pendatang merasa kerasan dengan setiap sudut kota bandung, banyak dari mereka yang sering berinteraksi dengan saya mengenai kota bandung “asa betah tinggal dibandung mh han, awewena galeulis haha” ya, tak sedikit yang mengakui bahwa apa yang dikatakan teman ku itu benar hahah . tinggal dan menuai kasih dengan warga asli bandung adalah cita-cita bagi sebagian pendatang. Patut diakui, Bandung terkenal dengan kaum hawanya yang berparas rupawan istilahnya Mojang Bandung.
Baca Juga : Sang "Seniman Kopi"
Dago atas-Punclut, jika melirik panorama dari kedua area
ini, rasanya tempat ini paling sering menyadarkan diri bahwa diri ini amat
kecil dihadapan tuhan, jika dikaitkan dengan kedua tempat ini rasanya kurang
sah jika tidak pergi dimalam hari, rasa dingin seakan tak sungkan langsung
hinggap ditubuh dan jalan yang curam seakan menjadi teman setia diperjalanan. Tempat
lainya yang berkesan adalah Lembang, nama Lembang tidak asing ditelinga orang
orang, tempat dengan banyaknya wisata ini menjadi daya tarik bagi orang-orang
yang ingin berekreasi, bagiku pribadi lembang bukan hanya sekedar tempat
wisata, lebih dari itu di dalamnya banyak cerita yang berkesan.
Banyak yang beranggapan bahwa bandung tempat bersemayam nya
jiwa-jiwa yang tenang dengan berteduh pada asma tuhan, ya saya setuju dengan
asumsi itu, sebelum Covid-19 meluas ke berbagai daerah khususnya
bandung, pemuda yang bergerak pada bidang agam dan sosial rutin mengadakan pengajian
yang dilaksanakan diberbagai mesjid yang berada di kota Bandung, antusias
masyarakat kota bandung tidak diragukan lagi, berbagai kalangan mengikuti
kajian rutin ini, mulai dari pelajar hingga dosen tetap bersemangat untuk
mengisi “asupan hati”.
Persib dan Bandung mejadi hal yang tidak bisa dipisahkan
satu sama lain, sebagian orang yang menjadi masyarakat asli Bandung menganggap Persib
sudah menjadi budaya yang melekat diberbabagi strata sosial, jenis kelamin,
hingga perbedaan usia, semisal jika ada Matchday Persib, yang berjualan
biasanya sedikit menghiraukan daganganya untuk bisa meonton persib secara live
streaming, ada juga mahasiswa yang sengaja skip kuliah untuk bisa nonton
bareng Persib di area kampus, tidak
berbeda jauh dengan mahasiswa lainya, saya sendiri sering live streaming
di ruangan kelas jika pertandingan Persib berbenturan dengan jadwal kuliah,
hehehe. Secara tidak langsung Persib menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan
dengan keadaan dan situasi apapun yang sedang terjadi.
Seiring berputarnya waktu, mungkin akan ada pengalaman
yang lebih berkesan bagi saya pribadi. Entah itu pengalaman pahit atau manis,
yang jelas apapun pengalamanya yang berkenaan dengan bandung akan terkesan istimewa,
setelah Sukabumi, mungkin kota ini akan menjadi kota yang sayang untuk dilupakan
sepanjang perjalanan hidup saya.
Terima kasih Bandung atas
kesan,pesan dan perasaan...
“Dan Bandung bagiku bukan
cuman masalah geografis lebih dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku
ketika sunyi” Pidi Baiq
“Bagi saya Bandung bukan
hanya nama kota, ia juga merupakan filosofi hidup” Ridwan Kamil
“Hanya ke Bandung lah aku
kembali kepada cintaku yang sesungguhny” Ir.Soekarno
“Bumi Pasundan lahir
ketika Tuhan sedang tersenyum” M.A.W.Brouwer
“Bandung,kenangan, kisah
dan kasih membaur menjadi satu kesatuan yang utuh” Farhan (klan bumi)
“Bandung bagiku adalah
tawa yang melebur dalam perjalanan malam yang membelah garis lurus dari
dipatiukur hingga tamansari” Rara (klan bulan)
2 Agustus 2020
23:20 WIB
Kamar tidur
Mantab 😍
BalasHapus