Langsung ke konten utama

Triwulan Pertama Belajar di Rumah, musabab Pandemi

    Sejak Pandemi Covid 19 merebak ke hampir semua penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia, dampak pandemi ini sangat merugikan berbagai bidang salah satunya yaitu bidang pendidikan. Bidang pendidikan bisa dibilang sangat dirugikan oleh pandemi ini setelah bidang ekonomi, mengapa bisa dikatakan seperti itu? Pandemi Covid 19 ini mulai masuk ke indonesia pada bulan maret 2020 hingga tulisan ini dibuat pada bulan juni 2020, itu artinya sudah hampir 3 bulan siswa/i dan mahasiswa/i tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran di Sekolah ataupun di Universitas sebagai gantinya pemerintah menganjurkan semua sekolah dan Universitas melaksanakan kegiatan pembelajaran dirumah masing-masing dengan menggunakan metode daring, metode pembelajaran secara daring dinilai menjadi salah satu metode pengganti yang pas untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Namun, dibalik efektifnya metode daring diterapkan muncul keluh kesah dari siswa/mahasiswa.

Baca Juga : https://alfarhan14.blogspot.com/2020/06/sanggar-dan-kehangatan.html

    Mereka menganggap bahwa kebijakan guru/dosen dinilai tidak toleran dalam memberikan tugas, tugas yang diberikan oleh guru atau dosen secara beruntun hampir setiap hari ada tugas yang harus dikerjakan oleh siswa/mahasiswa. Sebagian mahasiswa berpendapat bahwa dosen memberikan tugas semerta-merta untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran dirumah agar mahasiswa tidak suntuk berdiam diri dirumah, dibeberapa Universitas misalnya, mahasiswa dari Universitas tersebut secara serentak untuk mengajukan subsidi kuota internet dan meringankan biaya uang kuliah selama masa pandemi yang dinilai hanya sia-sia karena sebagian besar mahasiswa tidak menggunakan fasilitas kampus. Sebagian mahasiswa membuat tuntuan diberbagai media sosial mulai dari video yang menyindir Universitas hingga meme yang dinilai  menyinggung pimpinan Universitas, mahasiswa sendiri berharap tuntutannya bisa didengar dan bisa diuapayakan segera mungkin oleh Rektor Universitas masing-masing.

   Mahasiswa berpendapat bahwa kegiatan tuntutan ini agar mereka bisa melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif dan tidak mengahawatirkan kehabisan pulsa internet, menurut penulis sendiri, tuntutan ini adalah hak mereka sebagai mahasiswa merupakan tindakan yang wajar. Akan tetapi tidak melakukan tuntutan dengan cara menyebar luaskan di media sosial, di khawatirkan bukan hanya mahasiswa di kampus itu saja yang bisa mengetahui tuntutan tersebut bukan tanpa alasan media sosial bersifat publik. Sebenarnya ada cara yang lebih efektif untuk bisa “berbicara” langsung dengan pihak pimpinan Universitas. Semisal  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat Universitas sebagai wakil dari mahasiswa lainya menampung aspirasi lalu melakukan audiensi secara tertutup dengan wakil rektor ataupun dengan rektor Universitas melalui Video Call untuk membahas pokok permasalahan tersebut.  

Baca Juga : https://alfarhan14.blogspot.com/2020/05/idulfitri-ditengah-pandemi.html

    Berbeda halnya dengan ranah Universitas, SD,SMP dan, SMA dibantu oleh program acara yang membahas tentang pendidikan disalah satu statsiun televisi ternama di indonesia, jadwal kegiatan dimulai pada pukul 07:00 WIB sampai dengan pukul 13:00 WIB. Kebosanan mulai tampak di raut wajah siswa tersebut, mereka mulai malas-malasan dalam mengerjakan tugas, tidak sedikit pula siswa yang tetap semangat dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tersebut. Ada beberapa hal yang membuat siswa di Sekolah tampak tidak suka belajar dirumah salah satunya tidak melaksanakan acara perpisahan di sekolah menurut siswa yang akan lulus dari salah satu SMP negeri di kabupaten sukabumi, “ngga afdol kalo gaada perpisahan di sekolah” kegiatan tersebut bisa dikatakan “sakral” haha, karena mereka akan berpisah dengan lingkungan sekolah, guru dan teman sebaya mereka.

   Terlepas dari berbagai macam polemik yang terjadi saat ini, saya berharap di tingkat Universitas segera menemukan titik terang untuk segera menyelesaikan persoalan yang terjadi, untuk adik-adik ditingkat SD,SMP, dan SMA tetap semangat dan sabar, langkah kalian masih amat jauh untuk menggapai cita-cita yang diinginkan. Tetap berproses salam hangat dari penulis, doa saya untuk pandemi ini cepat berakhir amat sangat nyata, semoga semuanya lekas kembali normal seperti biasanya. Sekian dan terima kasih.   


Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Meaning Of Love

Pada dasarnya rasa cinta kasih perlu pembuktian serta kewarasan perasaan. Sepasang kekasih akan saling senantiasa menjaga satu sama lain, perbedaan pemikiran, perbedaan status sosial, sampai perbedaan kepercayaan akan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh dua insan yang saling mencintai. Tapi, hal itu bukan menjadi suatu tembok penghalang, kekurangan dalam hal fisik dan cara pandang tetap akan bisa diterima, karena hakikatnya rasa cinta kasih terletak pada hati yang tulus. Setiap hubungan yang dijalin akan sampai pada puncak pembuktian atau suatu keikhlasan entah menikah atau berpisah. Dalam hubungan cinta kasih, akan ada seseorang yang datang dan pergi atau bisa jadi kembali, entahlah. Hal itu menjadi suatu realitas yang normal terjadi. Pada setiap hubungan yang baru terjalin akan ada “Janji suci” untuk tak saling pergi. Tapi, takdir ilahi yang menentukan. Jika diantaranya pergi, bagi sebagian orang akan menjadi suatu “Bencana hati’’ yang membutuhkan waktu untuk dilakukan prose...

Rayuan Harun

Harun adalah seorang buruh ladang sayuran. Setiap pagi, selepas melaksanakan salat Subuh, ia bergegas menuju ladang untuk menyiram dan memberikan vitamin pada sayuran. Terkadang, tugasnya adalah memetik sayuran yang dimakan oleh hama. Usianya 26 tahun, dan selama 10 tahun terakhir ia bekerja sebagai buruh ladang. Beruntung, ia memiliki tuan yang amat bijaksana. Bagi Harun, pendidikan bagaikan angin lalu—faktor ekonomi membuatnya enggan untuk melanjutkan sekolah. Di suatu malam, Harun terbangun dari tidurnya. Jam menunjukkan pukul 02.38. Entah bisikan dari mana, ia lekas mengambil air wudu dan melaksanakan salat untuk merayu Tuhan-Nya. Ia berdoa meminta keselamatan dunia dan akhirat, memohon jodoh, karier, hingga keberkahan bagi ladang yang ia urus. Dengan bercucuran air mata, ia terus menerus meminta. Hingga akhirnya, ia kembali terlelap—dan tak pernah bangun lagi. Malaikat dan Tuhan tersenyum melihat tingkahnya. Harun akhirnya tiba di tempat tertinggi. Kedua tangannya digandeng oleh m...

Bandung dan Renjana

               Jika mendengar kata bandung, benaku sering tertuju pada sebuah kota yang didalamnya terdapat jutaan kisah maupu kasih. Ada banyak hal yang ku alami dikota ini mulai dari pahit hingga manis, sedikit berlebihan sih, hingga tulisan ini dibuat, 2 tahun sudah setelah lulus sekolah menengah atas, aku memutuskan untuk mengenyam pendidikan disalah satu Universitas Swasta di kota ini. Bukan tanpa sebab kota ini amat sangat berkesan bagi saya pribadi, mulai dari keluarga, kawan, lawan, kasih, kisah, akang,bapak, kakak, teteh, abah. Ahh amat sangat sukar bila di sebutkan satu persatu. Yang jelas ada banyak orang hebat yang membantu ku untuk bisa menjadi manusia yang utuh, terima kasih atas semua rangkulan dan pengakuan, semoga semuanya abadi.           Sukabumi-Bandung dan roda dua, bagiku bukan hal yang aneh, setiap saat pergi ke bandung dengan roda dua, pikiran ini seakan berkata “bandung aku datang” ...