Langsung ke konten utama

Wejangan Bapak


Wejangan akan membuah jika seseorang menamam dengan rasa megah dan kehangatan. Seberapa lama seseorang tinggal di dunia, sebanyak itu pula ia akan menganggap wejangan adalah sebuah tuntunan kehidupan, hal ini sering kita terima dari lisan seseorang yang diyakini sebagai panutan dalam kehidupan yang fana ini, salah satunya dari seorang Bapak, ia tak lelah dan tak menyerah untuk memberi harap bagi seorang buah kehidupan. Tua atau muda kita tetaplah anak yang harus dititipkan “bekal kehidupan”, ia berharap, kelak anak yang ia susah payah besarkan tak jumawa dan tetap selalu berhati-hati melangkah.

Rokok,kopi dan, gorengan panas menjadi sarapan tatkala pagi tiba, dan tak lupa kacamata setebal 5 mm, yang menjadi teman setia dikala ia menggenggam telepon yang menjadi media informasi untuk selalu peka terhadap situasi dan kondisi saat ini, sambil mengecutkan dahi ia berujar “tua-tua juga harus tetep up to date”.   

Baca Juga : Bandung dan Renjana

Ia sering titip pesan, jika hendak pergi ke peraduan, Bapak berucap, “jaga ibu, jaga adikmu, jangan sampai ia merasa tidak aman dan selalu nyaman dalam kehidupan”, pada akhirnya ia berharap jarak tak menjadi alasan agar ia tetap merasa tenang sekalipun ribuan kilometer menjadi rintangan. Ada kalanya jarak menjadi jurang pemisah tatkala kerinduan pada keluarga tiba, satu hal yang menjadi penenang keluarga saat ia berucap “iyaa, nanti bapak pulang minggu depan” meskipun hal itu belum pasti terjadi. tapi, ada hal yang menguatkan ia di jauh sana, dengan amat sangat riang gembira saat seorang Anak membalas dengan ucapan “asikk Bapak pulang”.

Mungkin ada hal yang membuat keluarga khawatir saat ia hilang kabar, jaringan telepon yang terbatas menjadi penghalang kerinduan,  tak ada daya dan upaya selain doa yang menjadi penuntun langkah Bapak dalam mencari rezeki. setiap pergi ke ruang tengah, pigura foto seolah-olah memanggil dengan lantanng, bukan tanpa sebab, Bapak pernah berucap “Nak, nanti kalau Bapak gaada kabar, kamu ajak ngobrol aja yaa foto bapak yang diatas sofa. eh, kalau ngga nanti bapak mampir deh ke mimpi kamu hahah” sambil tertawa dengan tulus dan mencium kening sang Anak. Air mata yang tak terbendung membanjiri pipi, si Anak berpesan “Sehat-sehat pak, setiap langkahmu tak sia-sia, tuhan selalu bersamamu dimana pun kapan pun, pertemuan denganmu amat sangat ku nantikan”.

Baca Juga : Sanggar dan Kehangatan

“Nak, hati ibu tak luas, tak juga punya ornamen indah, tetapi, disana teduh, disana semegah-megahnya rumah ibadah”

M. Farhan di Bandung 30 September 2020

Komentar

  1. Ihh sumoeh ngena banget artikelnya, semoga sukses ya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Meaning Of Love

Pada dasarnya rasa cinta kasih perlu pembuktian serta kewarasan perasaan. Sepasang kekasih akan saling senantiasa menjaga satu sama lain, perbedaan pemikiran, perbedaan status sosial, sampai perbedaan kepercayaan akan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh dua insan yang saling mencintai. Tapi, hal itu bukan menjadi suatu tembok penghalang, kekurangan dalam hal fisik dan cara pandang tetap akan bisa diterima, karena hakikatnya rasa cinta kasih terletak pada hati yang tulus. Setiap hubungan yang dijalin akan sampai pada puncak pembuktian atau suatu keikhlasan entah menikah atau berpisah. Dalam hubungan cinta kasih, akan ada seseorang yang datang dan pergi atau bisa jadi kembali, entahlah. Hal itu menjadi suatu realitas yang normal terjadi. Pada setiap hubungan yang baru terjalin akan ada “Janji suci” untuk tak saling pergi. Tapi, takdir ilahi yang menentukan. Jika diantaranya pergi, bagi sebagian orang akan menjadi suatu “Bencana hati’’ yang membutuhkan waktu untuk dilakukan prose...

Rayuan Harun

Harun adalah seorang buruh ladang sayuran. Setiap pagi, selepas melaksanakan salat Subuh, ia bergegas menuju ladang untuk menyiram dan memberikan vitamin pada sayuran. Terkadang, tugasnya adalah memetik sayuran yang dimakan oleh hama. Usianya 26 tahun, dan selama 10 tahun terakhir ia bekerja sebagai buruh ladang. Beruntung, ia memiliki tuan yang amat bijaksana. Bagi Harun, pendidikan bagaikan angin lalu—faktor ekonomi membuatnya enggan untuk melanjutkan sekolah. Di suatu malam, Harun terbangun dari tidurnya. Jam menunjukkan pukul 02.38. Entah bisikan dari mana, ia lekas mengambil air wudu dan melaksanakan salat untuk merayu Tuhan-Nya. Ia berdoa meminta keselamatan dunia dan akhirat, memohon jodoh, karier, hingga keberkahan bagi ladang yang ia urus. Dengan bercucuran air mata, ia terus menerus meminta. Hingga akhirnya, ia kembali terlelap—dan tak pernah bangun lagi. Malaikat dan Tuhan tersenyum melihat tingkahnya. Harun akhirnya tiba di tempat tertinggi. Kedua tangannya digandeng oleh m...

Bandung dan Renjana

               Jika mendengar kata bandung, benaku sering tertuju pada sebuah kota yang didalamnya terdapat jutaan kisah maupu kasih. Ada banyak hal yang ku alami dikota ini mulai dari pahit hingga manis, sedikit berlebihan sih, hingga tulisan ini dibuat, 2 tahun sudah setelah lulus sekolah menengah atas, aku memutuskan untuk mengenyam pendidikan disalah satu Universitas Swasta di kota ini. Bukan tanpa sebab kota ini amat sangat berkesan bagi saya pribadi, mulai dari keluarga, kawan, lawan, kasih, kisah, akang,bapak, kakak, teteh, abah. Ahh amat sangat sukar bila di sebutkan satu persatu. Yang jelas ada banyak orang hebat yang membantu ku untuk bisa menjadi manusia yang utuh, terima kasih atas semua rangkulan dan pengakuan, semoga semuanya abadi.           Sukabumi-Bandung dan roda dua, bagiku bukan hal yang aneh, setiap saat pergi ke bandung dengan roda dua, pikiran ini seakan berkata “bandung aku datang” ...