Langsung ke konten utama

Negara Merdeka ?

.

17 Agustus 1945 Pukul 10.00 pagi, Ir. Sukarno membacakan teks proklamasi didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Pegangsaan Timur 56, Jakarta pusat. Untuk pertama kalinya bendera merah putih berkibar diiringi lagu kebangsaan Indonesia raya yang dinyanyikan secara khidmat dan proses yang sangat sederhana. Petani, pedagang, penjaga toko kelontong serta rakyat lainnya membawa bambu runcing menyerukan kata “Merdeka!” Semua rakyat sepakat dengan dinyatakannya kemerdekaan untuk Indonesia, penindasan dan kekejaman tidak akan lagi terjadi. Pemerintah merumuskan untuk membuat Pancasila sebagai dasar negara ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI. Pancasila memiliki 5 poin penting untuk menjadi tatanan hidup di negara republik Indonesia yang nantinya bisa dijalankan selaras antara pemerintah dan warga negara. 

Pascakemerdekaan nyatanya penindasan dan kekejaman yang menjadi harapan rakyat hanyalah semu. Pada masa masa itu, peristiwa dilakukan oleh para penjajah dengan cara yang bengis dan tidak manusiawi. Pengorbanan dan perjuangan dilakukan oleh para pahlawan untuk bisa lepas dari belenggu penindas meskipun darah dan keringat bercucuran serta nyawa hilang kepangkuan. Pascakemerdekaan, masyarakat seolah seperti De Javu megingat masa kelam yang sudah terjadi, kali ini pascakemerdekaa kembali terjadi. Pada era reformasi demonstrasi besar-besaran terjadi yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa, buruh dan masyarakat di depan Gedung DPR/MPR aksi ini dilakukan untuk meminta pertanggung jawaban presiden Soeharto atas krisis moneter (Krisis ekonomi) yang sudah terjadi sejak 1997.

Baca Juga: Vertikal

Penculikan dan penembakan aktivis terjadi, penculikan dilakukan untuk meminta informasi lebih lanjut mengenai dalang dari tindakan demonstrasi ini, beberapa aktvitis yang diculik konon diperlakukan tidak secara tidak manusiawi serta dinyatakan hilang hingga saat ini tidak ada kabar lanjutan mengenai aktivis tersebut. 4 mahasiswa Universitas Trisakti dinyatakan gugur setelah ditembak dibagian vital seperti kepala, tenggorokan, hingga dada yang dilakukan oleh aparat. Peristiwa Mei 98 ini diabadikan oleh Efek Rumah Kaca lewat single yang berjudul “Jingga”. Hingga saat ini keadilan tetap disuarakan oleh keluarga dan aktivis di depan Istana Negara yang diberi nama “Aksi Kamisan” untuk mengenang serta meminta keadilan atas pelanggaran HAM di Indonesia.

“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” tertuang dalam salah satu 5 sila yang katanya menjadi dasar negara republik Indonesia yang patut menjadi pertanyaan besar. Apakah rakyat sudah merasa diadili? Nyatanya rakyat hanya menjadi korban dari kekejaman para oligarki. “Kanjuruhan Kelam” 1 Oktober 2022, dalam lanjutan Liga 1 Arema vs Persebaya yang digelar di Stadion Kajuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dilatar belakangi dari aksi Aremania (Pendukung Arema) yang merasa kecewa dengan hasil akhir dari pertandingan tersebut menyusul kekalahan tim tuan rumah dari tim Persebaya, kurang lebih 3.000 Aremania tumpah ruah masuk ke lapangan. Aparat yang berjaga menanggap bahwa Aremania melakukan tindakan yang menyerang pemain dan jajaran tim. Sedangkan pihak Aremania bermaksud untuk memberikan dukungan secara moril terhadap pemain dan tim secara keseluruhan. Aparat menjalankan tugas untuk menjaga suasana agar tetap kondusif, dalam video yang beredar di media sosial oknum aparat melakukan tindakan dengan cara yang tidak manusiawi menendang hingga menggunakan alat tongkat keamanan untuk menetralisir masa. Entah berdasarkan apa, lebih parahnya beberapa oknum Aparat tiba-tiba menembakan gas air mata pada beberapa tribun stadion sehingga menimbulkan kekacauan di tribun penonton. Tragedi Stadion Kanjuruhan memakan korban jiwa 135 nyawa melayang dan beberapa lainnya luka-luka, Malang sungguh Malang.

Baca Juga: Peraduan

Keluarga korban menuntut keadilan pada pemerintah imbas dari kejadian tersebut, pemerintah merespon dengan menjatuhkan hukuman terhadap beberapa okunum Aparat yang terlibat. Hasilnya ? dikutip dari beberapa artikel terkait, penulis bisa menyimpulkan bahwa polisi yang didakwa memerintahkan penembakan gas air mata divonis bebas, sedangkan tembakan gas air mata yang mengakibatkan hilangnya 135 nyawa dinyatakan dipengaruhi oleh angin. Jika dilihat unggahan di media sosial telihat jelas gas air mata sengaja ditembakan kearah tribun Utara, Timur, dan Selatan. Sisanya oknum yang terlibat dijatuhi hukuman masing-masing 1,5 tahun masa tahanan. Lagi-lagi pemerintah cacat dalam memberikan keadilan bagi keluarga korban “Kanjuruhan Kelam”. Yang terbaru, Miftahudin Ramli (53) atau Pak Midun mengayuh sepeda dari Malang ke Jakarta dengan jarak tempuh kurang lebih 800 km untuk memperjuangkan keadilan korban tragedi kanjuruhan.

Disuatu negara yang indah dan dan bersahaja, hukuman bagi seseorang yang terlibat dengan tindakan kriminal bisa diberikan “Diskon” asal terdakwa bisa berlaku sopan dan santun terhadap yang mulia hakim persidangan. Seorang dalang dalam kasus besar diberikan penagguhan mengenai hukuman yang didapat. Kerangkeng dengan fasilitas bak hotel bintang 5 mungkin bisa menjadi solusi jika seorang divonis seumur hidup. Tapi untuk seseorang yang mempunyai jabatan tinggi yak. Hak-hak masyarakat dipotong sedemikian rupa, bantuan sosial yang harusnya diberikan pada saat pandemi malah dimakan sendiri, dana yang seharusnya untuk kepentingan kemajuan teknologi suatu negara kembali “Dicicipi” untuk pribadi. Lembaga yang diharapkan bisa menjadi fasilitas antara masyarakat dengan pimpinan pusat sama halnya cacat seolah-olah menutup telinga dan merasa lupa sebelum duduk di atas mereka mengemis pada rakyat untuk dipilih sebagai wakil rakyat. Paragraf yang ini hanya interpretasi dari novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye hehehe.

Makna merdeka bagi sebagian orang akan berbeda, mereka yang merasa mempunyai kewenangan dan jabatan tinggi mungkin bisa dikatakan merdeka dan merasa adil, sedangkan bagi sebagian kalangan seperti buruh dan guru honorer hanya sebatas ingin meminta keadilan atas haknya. Buruh, yang terbaru 12 buruh proyek KCIC belum diberikan hak atas kerja mereka. Guru honorer, persoalan guru honorer menjadi hal yang sering dibahas. Etos kerja yang dituntut untuk mendidik anak dengan maksimal berbanding terbalik dengan hak yang didapatkan setiap bulan. Pemerintah di Indonesia mungkin mempunyai suatu indikator ketercapaian mengenai suatu negara dikatakan maju yaitu dengan membuat infrastruktur yang lebih mutahkhir, menurut penulis sendiri hal tersebut tidaklah cukup harus dibarengi dengan kesejahteraan masyarakatnya.

Baca Juga : Namanya Juga Idup

Setiap tanggal 17 Agustus kita memperingati hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia dengan melakukan upacara bendera, lomba di desa-desa, melakukan pawai hari kemerdekaan dan sebagainya. Hal tersebut memang harus sepatutnya dilakukan untuk menghargai jasa para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan negara kita (Alfatihah). Dan selalu mendoakan yang terbaik untuk para Ibu/Bapak dikalangan pemerintahan yang mempunyai wewenang tertinggi agar berlaku adil terhadap rakyat demi kemajuan negara ini.

Merdeka menurut KBBI yaitu Bebas (dr, perhambaan, penjajahan, dsb) atau tidak terkena atau lepas dari tuntutan atau tidak terikat, leluasa. Bisa diambil kesimpulan oleh para pembaca apakah kita selama ini sudah merdeka atau belum merdeka ? boleh ditulis dikolom komentar. Terima kasih

M. Farhan Alrasyid

Sukabumi, 15 Agustus 2023

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” -Ir. Sukarno

Peringatan

Oleh: Widji Thukul

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat sembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat tidak berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan
!

Referensi

Cholil (2009-2015). Jingga [Recorded by E. R. Kaca]. Jakarta , Indonesia .

Chudori, L. S. (2022). Laut Bercerita. Jakarta : KPG (Kepustakaan Ppuler Gramedia).

Liye, T. (2012). Negeri Para Bedebah . Jakarta : Gramedia Pustaka Utama .

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230316130608-12-925855/polisi-divonis-bebas-karena-gas-air-mata-kanjuruhan-tertiup-angin

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230317061116-12-926165/135-orang-tewas-gas-air-mata-kanjuruhan-divonis-lenyap-tertiup-angin

https://id.wikipedia.org/wiki/Reformasi_Indonesia_(1998%E2%80%93sekarang)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Meaning Of Love

Pada dasarnya rasa cinta kasih perlu pembuktian serta kewarasan perasaan. Sepasang kekasih akan saling senantiasa menjaga satu sama lain, perbedaan pemikiran, perbedaan status sosial, sampai perbedaan kepercayaan akan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh dua insan yang saling mencintai. Tapi, hal itu bukan menjadi suatu tembok penghalang, kekurangan dalam hal fisik dan cara pandang tetap akan bisa diterima, karena hakikatnya rasa cinta kasih terletak pada hati yang tulus. Setiap hubungan yang dijalin akan sampai pada puncak pembuktian atau suatu keikhlasan entah menikah atau berpisah. Dalam hubungan cinta kasih, akan ada seseorang yang datang dan pergi atau bisa jadi kembali, entahlah. Hal itu menjadi suatu realitas yang normal terjadi. Pada setiap hubungan yang baru terjalin akan ada “Janji suci” untuk tak saling pergi. Tapi, takdir ilahi yang menentukan. Jika diantaranya pergi, bagi sebagian orang akan menjadi suatu “Bencana hati’’ yang membutuhkan waktu untuk dilakukan prose...

Rayuan Harun

Harun adalah seorang buruh ladang sayuran. Setiap pagi, selepas melaksanakan salat Subuh, ia bergegas menuju ladang untuk menyiram dan memberikan vitamin pada sayuran. Terkadang, tugasnya adalah memetik sayuran yang dimakan oleh hama. Usianya 26 tahun, dan selama 10 tahun terakhir ia bekerja sebagai buruh ladang. Beruntung, ia memiliki tuan yang amat bijaksana. Bagi Harun, pendidikan bagaikan angin lalu—faktor ekonomi membuatnya enggan untuk melanjutkan sekolah. Di suatu malam, Harun terbangun dari tidurnya. Jam menunjukkan pukul 02.38. Entah bisikan dari mana, ia lekas mengambil air wudu dan melaksanakan salat untuk merayu Tuhan-Nya. Ia berdoa meminta keselamatan dunia dan akhirat, memohon jodoh, karier, hingga keberkahan bagi ladang yang ia urus. Dengan bercucuran air mata, ia terus menerus meminta. Hingga akhirnya, ia kembali terlelap—dan tak pernah bangun lagi. Malaikat dan Tuhan tersenyum melihat tingkahnya. Harun akhirnya tiba di tempat tertinggi. Kedua tangannya digandeng oleh m...

Bandung dan Renjana

               Jika mendengar kata bandung, benaku sering tertuju pada sebuah kota yang didalamnya terdapat jutaan kisah maupu kasih. Ada banyak hal yang ku alami dikota ini mulai dari pahit hingga manis, sedikit berlebihan sih, hingga tulisan ini dibuat, 2 tahun sudah setelah lulus sekolah menengah atas, aku memutuskan untuk mengenyam pendidikan disalah satu Universitas Swasta di kota ini. Bukan tanpa sebab kota ini amat sangat berkesan bagi saya pribadi, mulai dari keluarga, kawan, lawan, kasih, kisah, akang,bapak, kakak, teteh, abah. Ahh amat sangat sukar bila di sebutkan satu persatu. Yang jelas ada banyak orang hebat yang membantu ku untuk bisa menjadi manusia yang utuh, terima kasih atas semua rangkulan dan pengakuan, semoga semuanya abadi.           Sukabumi-Bandung dan roda dua, bagiku bukan hal yang aneh, setiap saat pergi ke bandung dengan roda dua, pikiran ini seakan berkata “bandung aku datang” ...